Blog
image

Cara Membedakan Lowongan Kerja Asli Dan Palsu

Ditulis oleh : admin
26 November 2021 Pukul 10:18

Di era keterbukaan informasi sekarang ini, mengetahui cara membedakan lowongan kerja asli dan palsu itu sangat penting. Beragam informasi sangat mudah dan cepat didapatkan, termasuk informasi lowongan kerja yang beredar di internet, tak perlu lagi pergi ke Balai Latihan Kerja (BLK), kantor pos, sekolah / kampus, bahkan beli surat kabar. Dari grup WA, telegram, media sosial pun info lowongan kerja bisa segera didapat.

Masalahnya, justru dengan kemudahan informasi itu, banyak bertebaran info-info lowongan kerja palsu / abal-abal. Bukannya merekrut karyawan dengan benar, tapi menjadikan proses perekrutan itu sendiri sebagai ajang bisnis oleh sekelompok oknum. Sehingga para pencari kerja merasa dirugikan, serasa dijebak dalam sebuah sistem pekerjaan yang tidak semestinya. Gimana cara membedakan info loker asli dan palsu? simak artikelnya sampai habis ya?

 

 

1. Cek Kejelasan Perusahaan

Yang pertama yang jadi pertimbangan adalah kejelasan perusahaan atau pihak yang membutuhkan kandidat pekerja. Untuk perusahaan skala menengah ke atas ini relatif mudah menilainya. Kalian bisa lihat dari nama perusahaannya, email, alamat dan kontak serta jabatannya di perusahaan.

Jika perusahaannya berupa BUMN atau perusahaan swasta yang populer, maka kalian bisa cek langsung ke website resminya, apakah info tersebut benar atau tidak, contohnya https://bumitekno.com/career. Tapi untuk perusahaan sekelas UMKM bisa jadi belum punya website resmi, sehingga kalian perlu parameter lain untuk menilai.

 

2. Lihat Kualifikasi Yang Dibutuhkan

Setelah jelas dari perusahaan mananya, lihatlah kualifikasi atau persyaratan yang dibutuhkan untuk bisa melamar pada lowongan itu. Biasanya lowongan yang benar akan mencantumkan kualifikasi ini dengan jelas, baik syarat pendidikan dan skill yang dibutuhkan.

Sedangkan untuk lowongan abal-abal tidak terlalu spesifik menampilkan kualifikasinya. Misalnya kualifikasi pendidikan bisa diisi oleh semua kalangan yaitu lulusan SMA, SMK, D3, S1, masih Mahasisiwa, apa lagi sampai Ibu Rumah Tangga, ini wajib dicurigai sebagai lowongan kerja abal-abal. Kalau memang bisa diisi banyak kualifikasi pendidikan, biasanya akan dicantumkan informasi diutamakan pendidikan tertentu, seperti diutamakan S1 Hukum, diutamakan SMK jurusan tata boga, dll.

 

3. Lihat Job Description-nya

Selain kualifikasi, kalian juga perlu cek di info lowongan kerja tersebut, adakah informasi yang mencantumkan job description dari lowongan yang dibutuhkan. Kadang-kadang sebuah info loker hanya mencantumkan posisi "Bagian Administrasi" tanpa ada tugas-tugas yang jelas yang menjadi tanggung jawabnya. Ini juga patut dicurigai, salah-salah kalian malah hanya menjadi "mesin rekrutmen" pencari korban-korban selanjutnya.

 

4. Sumber Info Lowongan

Untuk memastikan cara membedakan info lowongan kerja asli dan palsu yang cukup mudah adalah kalian bisa mencarinya di situs / platform bursa lowongan kerja terpercaya. Platform ini biasanya sudah memiliki mekanisme tersendiri untuk melakukan pengecekan terhadap kejelasan perusahaan dan informasi lowongan yang diunggah. Selain itu beberapa platform juga menetapkan harga tertentu untuk dapat memasang iklan lowonga kerja di platform tersebut, sehingga info abal-abal akan berpikir dua kali untuk memasang informasi loker palsunya.

 

5. Uang Pendaftaran

Hampir semua perusahaan yang benar dalam melakukan rekrutmen karyawan adalah membebaskan para pelamar kerja dari biaya pendaftaran (tentunya biaya ini di luar biaya cetak berkas / dokumen lamaran kerja dan ongkos kirimnya yang memang sudah seharusnya jadi tanggungan si pelamar). Justru jika ada perusahaan yang meminta pembayaran biaya rekrutmen, maka dipastikan ini adalah info lowongan kerja palsu.

Logika sederhananya begini. Dari sisi perusahaan, lowongan kerja itu dibuka karena perusahaanlah yang membutuhkan tenaga / karyawan. Kalau perlu perusahaan akan rela mengeluarkan sejumlah biaya untuk mendapatkan karyawan yang qualified. Sedangkan dari sisi pencari kerja, mereka mencari kerja kan dalam rangka mencari penghasilan, bukan membuang uang. Maka biaya-biaya seperti biaya administrasi, biaya tes, dll itu merupakan biaya yang tidak masuk akal.

 

6. Cek Di Google Atau Forum Diskusi

Kalau kalian masih ragu juga, apakah info loker itu asli atau palsu, kalian bisa cek lagi di google informasi tentang perusahaan yang membukan lowongan. Cek di google business juga, jika nama atau alamat tercantum, maka bisa jadi itu adalah UMKM yang sedang membuthkan karyawan. Selain dari google, bisa juga di forum diskusi online seperti kaskus, grup lowongan kerja, dll.

 

Penutup

Nah, itulah beberapa tips cara membedakan lowongan kerja asli dan palsu. Dengan tips di atas seharusnya kalian sudah bisa membedakan info loker mana yang asli atau palsu, tapi tidak menutup kemungkinan adanya cara lain. Semoga membantu Teman Kerja semua ya!

Blog Lainnya

Kirim Komentar

Home
Assessment
Curriculum Vitae
Kelas
Akun