Blog
image

10 Kesalahan Fatal Penyebab Gagal Interview Para Fresh Graduate

Ditulis oleh : admin
26 September 2021 Pukul 11:40

Kalau Teman Kerja sampai sekarang belum dapat kerja juga, padahal sudah berkali-kali memasukkan lamaran, barang kali sekarang saatnya untuk introspeksi diri mencari tahu penyebab gagal interview.

Kegagalan interview ini sangat umum dialami banyak orang, termasuk yang sudah mempunyai pengalaman kerja sekalipun. Tapi, di artikel ini, Kinar mau kasih tahu 10 kesalahan fatal yang dilakukan fresh graduate hingga mereka gagal dalam wawancara.

Secara umum penyebab gagalnya interview ada 2 kategori, yaitu karena gagal dipanggil wawancara dan sudah wawancara tapi memang tidak lolos. Berikut ini penjelasannya

 

5 Sebab Gagal Dipanggil Interview

Orang yang gagal interview bisa jadi karena tidak lolos ke fase interview. Biasanya ini karena salah dalam cara melamar kerja atau salah dalam mempresentasikan diri dalam CV.

1. Tidak ada subject email

Ketika melamar kerja, kesalahan sepele tapi fatal banget menurut Kinar adalah kalau pelamar kerjan tidak menuliskan subject emailnya. Kenapa subject email ini begitu penting?

Coba sekarang kalian bayangkan, seorang HR di perusahaan ketika perusahaannya membuka lowongan kerja, akan ada banyak pelamar kerja. Puluhan? NO, Bisa ratusan kalau buka lowongan di Job Fair. Itu baru untuk satu posisi saja lho. Bagaimana kalau buka lowongan lebaih dari satu posisi?

Itulah pentingnya subject email. Subject email di sini fungsinya sebagai tahap penyaringan awal, email mana yang isinya lamaran kerja, dan mana yang bukan. Sehingga HR akan lebih memprioritaskan membaca email-email yang ada subjectnya. Akan lebih baik lagi, jika disubject email dijelaskan posisi yang dilamar, ini akan mempercepat kerja HR, jika lowongan yang dibuka lebih dari satu.

Dengan begitu email tanpa subject akan dianggap email spam. Dan ini merugikan diri pelamar kerja.

2. Body email kosong

Meskipun sudah ada subjet email, bukan berarti melamar kerja tanpa disertai tulisan pada body email. Body email atau isi email ini ibarat orang permisi dulu kalau mau masuk rumah orang lain. Memang body email ini boleh dibilang formalitas karena dari subject email pun seharusnya sudah diketahui isi emailnya.

Tapi dalam dunia kerja atau kehidupan formal itulah etikanya. Nah, dari inilah seorang kandidat pencari kerja bisa dinilai oleh HR tentang etika kerja. Selain soal skill, etika juga menduduki penilaian penting bagi penentuan seleksi kerja.

3. Salah menulis CV

Kesalahan berikutnya bisa datang dari faktor dokumen pendukungnya, yaitu CV. Kesalahan penulisan CV ini bisa karena 2 hal sepele:

  1. Kesalahan ketik / typo; bisa berupa salah ketik nama perusahaan yang dilamar, salah ketik nama orang (HR), salah ketik data pribadi kamu (misal salah no telpon), salah tanggal karena mengedit surat lamaran kerja yang lain, dan lain-lain. Kesalah semacam ini bakal dianggap oleh HR sebagai orang yang kurang teliti.
  2. Info di CV tidak valid; misal kamu mencantumkan score TOEFL yang tanggal berlakunya sudah lewat (biasanya jika tes TOEFL sudah dilakukan lebih dari 2 tahun). Ini akan menjadi info tidak valid yang tidak disukai oleh HR. Jika memang itu menjadi salah satu syarat, maka melakukan tes ulang justru lebih baik dan lebih valid.

4. CV tidak detil

Bisa jadi dalam menulis hard skill dan soft skill yang dimiliki, tidak ditulis dengan detil tingkat penguasaannya.

Contohnya kamu menulis mampu berbahasa inggris. Ini akan menyulitkan HR sejauh mana kemampuan bahasa inggrismu. Akan lebih baik jika ditulis B1 Intermediate English (Level B1 Menengah). Dengan begitu HR akan mengetahui kemampuan yang sebenarnya.

5. Skill dalam CV tidak relevan

Tidak relevannya skill ini bisa karena 2 hal juga.

  1. Antara skill yang ditulis di CV tidak ada kaitannya dengan deskripsi pekerjaan atau persyaratan melamar kerja yang diminta. Misal perusahaan meminta persyaratan Mahir Mengoperasikan R-Software, tetapi pelamar malah menuliskan Mahir SPSS (meskipun fungsinya sama). Bisa jadi perusahaan hanya menyediakan R-Software bukan SPSS.
  2. Pelamar kerja melakukan manipulasi pada CV, yaitu dengan menuliskan skill dengan tingkat kemampuan yang dilebih-lebihkan. Cara ini biasanya tidak langsung dapat dikenali oleh HR saat menyeleksi CV, tapi HR nanti punya cara tersendiri mencari tahu kebohongan pada CV pelamar.

 

5 Penyebab Tidak Lolos Interview

Terkadang, pelamar kerja yang lolos ke sesi interview bisa juga gagal dalam menjalani interview. Akibatnya kesempatan mendapat pekerjaan menjadi pupus. Beberapa penyebab gagal interview antara lain:

1. Kurang Persiapan

Jangan anggap enteng wawancara, meskipun sudah pernah melakukannya beberapa kali. Persiapan sebelum melakukan interview sangat penting untuk kelancaran proses interview. Lupa tentang job description posisi yang dilamar misalnya akan membuat HR menilai kamu kurang serius dalam melamar kerja. Lupa membawa CV dan tidak membawa dokumen juga akan dianggap sebagai bentuk ketidakprofesionalan.

2. Tidak mencari info perusahaan

Kandidat yang tidak mencari tahu informasi tentang perusahaan juga akan dinilai oleh HR sebagai orang yang tidak serius melamar kerja dan tidak berminat mengisi lowongan. Ibarat mau melamar gadis, tapi sebelumnya tidak mau mengenalnya lebih dulu, lamarannya pasti diragukan. Salah satu cara HR untuk mengetahui kandidat mencari tahu tentang perusahaan adalah dengan melontarkan pertanyaan "Apakah ada yang ingin ditanyakan?"

3. Gugup menjawab pertanyaan

Sebenarnya gugup adalah perasaan yang normal. Setiap orang baik yang berpegnalaman maupun yang tidak, pasti akan merasakan gugup. Yang menjadi masalah adalah ketika perasaan gugup ini tidak mampu dikendalikan sehingga membuat kandidat tidak lancar dalam menjawab pertanyaan HR. Hal ini yang akan menjadikan HR menilai bahwa jawaban yang diberikan bisa saja jawaban yang tidak jujur. Gugup juga menyebabkan kandidat lupa dengan jawaban yang sudah disiapkan, makanya MakinMahir.id membantu kalian di Kelas Siap Kerja ini untuk latihan interview langsung bareng HR Rekruter agak wawancara kalian berlangsung dengan lancar.

4. Tidak kontak mata

Salah satu etika berbicara adalah adanya kontak mata. Kandidat yang terlalu sering membuang mata ketika menjawab pertanyaan HR dianggap tidak memiliki etika. Selain masalah etika, seringnya membuang pandangan juga dapat dinilai sebagai bentuk pemberian jawaban yang mengada-ada atau dibuat-buat. Sehingga HR tidak percaya dengan jawaban yang diberikan kandidat. Tidak melakukan kontak mata juga dapat diartikan bahwa kandidat tidak fokus pada pembicaraan.

5. Posisi duduk tidak tepat

Yang terakhir adalah posisi duduk yang tidak tepat. Selain faktor etika dan kesopanan duduk, posisi duduk seseorang memiliki arti terrtentu. Misalnya jika posisi duduk tidak tegak, dapat diartikan bahwa kandidat kurang bersemangat atau kurang antusias. Terlalu sering menggerakkan kaki atau memainkan tangan juga akan dinilai sebagai orang yang tidak tenang dan tidak dapat mengendalikan emosi.

 

Sukses Interview Dengan Menghindari Penyebabnya

Setelah kalian tahu penyebab gagal interview dari awal hingga akhir, kini saatnya mulai mengubah sikap dan tindakan agar kalian mendapatkan kesempatan interview atau bahwa melewati interview dengan baik. Dengan begitu peluang kamu diterima kerja akan lebih besar. Selamat berjuang ya Teman Kerja.

Blog Lainnya

Kirim Komentar

Home
Assessment
Curriculum Vitae
Kelas
Akun